Menu ✖

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Jakarta

Ricuh Aksi Demo di DPR: Massa Protes Gaji dan Tunjangan Anggota DPR Capai Rp100 Juta

badge-check


					Ricuh Aksi Demo di DPR: Massa Protes Gaji dan Tunjangan Anggota DPR Capai Rp100 Juta Perbesar

(TK)—Jakarta— Unjuk rasa selompok orang di depan gedung DPR, Jakarta, Senin (25/08/2025), berlangsung ricuh setelah aparat polisi menghadangnya. Para pendemo mempertanyakan gaji dan tunjangan anggota DPR yang melebihi Rp100 juta.

 

Dilansir dari BBC News Indonesia, Sekitar pukul 12.45 WIB, polisi menghalau pengunjuk rasa dengan menembakkan gas air mata dan semprotan air ke arah demonstran. Sampai sekitar pukul 13.30 WIB, polisi terus berusaha menghalau massa agar menjauhi gedung DPR.

 

Kelompok demonstran berusaha bertahan dan melawan dengan melempar botol air plastik.Selain menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR, sekitar pukul 14.00 WIB, muncul massa pengunjuk rasa yang mendatangi pintu belakang DPR.

 

Massa sempat melemparkan batu ke arah kantor satuan pengamanan. Ada pula aksi pembakaran sepeda motor. Dan tidak lama kemudian, polisi berusaha membubarkan massa tersebut. Gas air mata ditembakkan ke arah pendemo.

 

Sampai sekitar pukul 15.00 WIB, polisi terus menghalau pengunjukrasa hingga di dekat Stasiun Palmerah, Jakpus. Laporan-laporan media menyebutkan aksi ini digelar oleh sebuah kelompok yang menyebut dirinya sebagai Gerakan Mahasiswa bersama Rakyat.

 

Para pendemo mempertanyakan gaji dan tunjangan anggota DPR yang melebihi Rp100 juta.

 

Danar, mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, datang sebagai “warga negara Indonesia,” ujarnya kepada wartawan BBC News Indonesia, Faisal Irfani, di lokasi unjuk rasa.

“Makanya saya sengaja tidak membawa embel-embel kampus. Saya di sini adalah masyarakat Indonesia,” tegasnya.

 

Danar memandang Indonesia sedang “jatuh” dengan sederet kebijakan pemerintah yang “merugikan banyak orang,” tukasnya. “Apakah kita bisa menerima di saat masyarakat kena PHK, gaji anggota DPR justru puluhan sampai ratusan juta?” dia menjelaskan.

Advertisement
Selain mahasiswa, unjuk rasa ini dilaporkan diikuti pula sejumlah anggota masyarakat. Alfin, pengemudi ojek daring, datang dari Cijantung, Jakarta Selatan, bersama tiga rekannya, menuntut DPR dibubarkan.

 

Pasalnya, “kebijakan yang dibuat tidak mendukung rakyat,” Alfin mengungkapkan. “Kami susah cari uang, tapi DPR gajinya besar sekali,” kata pria berusia 30 tahun ini kepada wartawan BBC News Indonesia, Faisal Irfani, dari lokasi unjuk rasa.

 

Alfin mengetahui informasi demo dari media sosial. Massa demonstrasi meneriaki polisi yang berjaga. Polisi memakai atribut lengkap, termasuk senjata.

“Kalian digaji pakai uang kami!” teriak pendemo.
“Jangan pakai gas air mata! Kasihan rakyat. Kami enggak anarkis!” susul pendemo lainnya.

 

Rahmini, buruh pabrik berusia 46 tahun, sengaja membolos pekerjaan untuk mengikuti demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin (25/08/25). “Saya tahu soal masyarakat Pati. Mereka mendemo pemerintah karena pajak. Saya, hari ini, ingin melakukan hal yang sama,” tandasnya.

 

Menurutnya, kebijakan pemerintah sering kali bikin masyarakat susah. Dia mencontohkan PHK yang dialami buruh-buruh di sekitar tempatnya bekerja di Cikarang, Jawa Barat. “Begitu saya tahu [anggota] DPR dapat gaji dan tunjangan macam-macam, saya marah,” ucapnya.

 

Rahmini mendesak DPR dibubarkan sebab tidak mencerminkan “kepentingan rakyat.” Unjuk rasa di depan gedung DPR sudah disuarakan oleh warganet sejak pekan lalu. Suara-suara ini muncul ke permukaan setelah muncul pemberitaan seputar gaji dan tunjangan anggota DPR yang dilaporkan lebih Rp100 juta per bulan.

Terungkapnya nilai gaji dan tunjangan anggota DPR ini memicu kemarahan di media sosial. Dalam situasi seperti itulah muncul tuntutan pembubaran DPR.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemnaker Apresiasi Kinerja PPID dan Pengelola Medsos Lewat Anugerah Tata Kelola Informasi Publik 2026

27 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Korlantas Polri Tegaskan Operasi Patuh 2026 Fokus Ubah Perilaku, Keselamatan Jadi Prioritas Utama

27 Oktober 2026 - 03:36 WIB

Kapolri Suyudi Pimpin Sertijab, Kapolda Lampung hingga Kakorlantas Berganti

12 Oktober 2026 - 17:39 WIB

 DPD RI Soroti Temuan BPK yang Berulang, Pemerintah Daerah Didorong Segera Benahi Tata Kelola Keuangan

10 Oktober 2026 - 02:41 WIB

Telepon dari Istana di Balik Pergantian Menteri Keuangan

15 September 2026 - 08:34 WIB

Trending di Jakarta