Menu ✖

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Lampung

KPU Lampung ubah Maskot,Wahyudi Berharap Kedepan Sinergitas Terjalin.

badge-check


					KPU Lampung ubah Maskot,Wahyudi Berharap Kedepan Sinergitas Terjalin. Perbesar

(TK), Lampung —KPU Lampung telah mengganti maskot provinsi dari Raung dan Maung menjadi simbol yang lebih diterima oleh masyarakat adat setempat. Wahyudi, koordinator Gepak Lampung dan aktivis antikorupsi, sebelumnya mengkritik keputusan KPU yang menetapkan Raung dan Maung sebagai maskot tanpa melibatkan simbol siger, lambang kewibawaan masyarakat adat Lampung. Minggu 14-7-2024

 

“Dengan diubahnya maskot ini, saya berharap semua pihak dapat menerimanya,” ujar Wahyudi. Dia menambahkan bahwa masyarakat Lampung tidak ingin ada permasalahan lain muncul, terutama mengingat tahapan pilkada sudah mulai digelar. Wahyudi juga berharap pemangku adat dapat berkumpul dan merumuskan aturan penggunaan pakaian adat dalam sebuah ketetapan adat agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

 

Lebih lanjut, Wahyudi mengharapkan pemerintah, khususnya KPU, dapat menanggapi kejadian ini dengan positif dan bijak. Menurutnya, sinergitas antara pemangku adat dan pihak pemerintah harus terus terjalin dengan baik sehingga tidak ada masalah yang merugikan kedua belah pihak.

 

“Kami berharap segala bentuk kegiatan bisa terus melibatkan tokoh adat dengan tujuan mempertahankan adat budaya dan mengembangkan potensi budaya secara nyata,” pungkas Wahyudi, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemerintahan di DPP Laskar Lampung.

 

Menurut Wahyudi, keterlibatan tokoh adat dalam kegiatan pembangunan provinsi Lampung sangat penting untuk menjaga dan mengembangkan budaya setempat. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah dan pemangku adat untuk mencegah kesalahpahaman dan menjaga keharmonisan.

 

Wahyudi juga mengingatkan bahwa peran serta tokoh adat dalam pembangunan tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam kemajuan provinsi Lampung. Ia berharap kejadian perubahan maskot ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih menghargai dan melibatkan masyarakat adat dalam setiap keputusan penting yang diambil.

 

Dengan demikian, sinergitas yang baik antara pemerintah dan masyarakat adat diharapkan dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi seluruh warga Lampung.

(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PIMPINAN KEJARI LAMPUNG TIMUR DITANTANG BERTINDAK TEGAS! DUGAAN PELANGGARAN KEPEGAWAIAN RESTY ARIYUSI MENUNGGU KEJELASAN

23 Oktober 2026 - 03:03 WIB

Eksekusi Rumah Rp35 Miliar di Bintaro Gagal, Keluarga Linkan Lawan: Utang Rp2,8 M Jadi Rp35 M?

23 Oktober 2026 - 02:30 WIB

Hakim Bongkar Borok Pengawasan ESDM di Kasus Dana PI 10% SES: Ada Celah, Tidak Diawasi!

22 Oktober 2026 - 15:46 WIB

12 Advokat Baru PERSADIN Resmi Disumpah di PT Banten, Ketum Oking Tekankan Integritas

21 Oktober 2026 - 15:27 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, 420 Penumpang Selamat – Dirut ASDP Minta Maaf

21 Oktober 2026 - 05:29 WIB

Trending di Bandar Lampung