(TK), BANDAR LAMPUNG – Bandar Lampung Expo 2026 membawa dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selama penyelenggaraan pameran, Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung mencatat nilai penjualan produk UMKM yang dipasarkan di standnya telah melampaui Rp100 juta.
Berbagai produk unggulan karya pelaku UMKM lokal dipamerkan dalam ajang tersebut, mulai dari kerajinan tangan hingga aneka kuliner khas daerah. Produk-produk tersebut mendapat sambutan antusias dari para pengunjung yang memadati lokasi expo.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan seluruh produk yang dipasarkan merupakan hasil binaan UMKM di bawah naungan dinasnya.
“Di stand kami tersedia beragam produk kerajinan seperti tapis, peci, kain tenun, serta aneka makanan ringan dan madu. Seluruhnya merupakan hasil karya UMKM binaan Dinas Perdagangan,” ujar Erwin, Kamis (23/7/2026).
Ia menuturkan tingginya minat masyarakat tercermin dari nilai transaksi yang telah menembus angka lebih dari Rp100 juta. Menurutnya, produk kerajinan bernilai tinggi seperti kain tapis menjadi salah satu komoditas paling diminati, selain berbagai makanan olahan khas UMKM.
“Alhamdulillah, nilai penjualan di stand Dinas Perdagangan sudah melampaui Rp100 juta. Produk yang paling banyak dicari pengunjung antara lain kain tapis dan beragam makanan olahan UMKM,” katanya.
Tak hanya di stand Dinas Perdagangan, aktivitas ekonomi di seluruh area Bandar Lampung Expo 2026 juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Transaksi penjualan dari seluruh tenant, baik yang berada di dalam gedung maupun di area kuliner dan UMKM luar ruangan, terus mengalami peningkatan.
Panitia menargetkan total transaksi selama tujuh hari penyelenggaraan expo dapat menembus lebih dari Rp3 miliar. Hingga pertengahan pelaksanaan, nilai transaksi yang tercatat telah melampaui Rp1,5 miliar dan diperkirakan terus bertambah hingga kegiatan berakhir.
Bandar Lampung Expo 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-344 Kota Bandar Lampung. Selain menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi dan pemasaran bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan penjualan produk lokal. (*)













