Menu

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Lampung

Di Balik Dalih Cetak Sawah, Ke Mana Mengalir Material Hasil Galian? Dugaan Pola Berulang di Jati Agung Desak Aparat Bongkar Seluruh Rantai Pengelolaannya

badge-check


					Di Balik Dalih Cetak Sawah, Ke Mana Mengalir Material Hasil Galian? Dugaan Pola Berulang di Jati Agung Desak Aparat Bongkar Seluruh Rantai Pengelolaannya Perbesar

(TK),Lampung Selatan— Polemik aktivitas penggalian tanah di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, kini memasuki babak baru. Setelah sebelumnya menjadi sorotan akibat dugaan aktivitas penggalian yang memanfaatkan alat berat dan mobilitas dump truck secara intensif, kini muncul pertanyaan yang jauh lebih mendasar: untuk siapa sebenarnya material hasil galian itu dimanfaatkan?

Pertanyaan tidak lagi hanya soal legalitas kegiatan penggalian. Perhatian kini tertuju pada dugaan bahwa material hasil galian dari lokasi yang diklaim sebagai lahan cetak sawah diangkut dan di jual  keluar lokasi dalam jumlah besar , publik meminta penjelasan terbuka mengenai dasar hukumnya, mekanisme pengelolaannya, dan pihak yang bertanggung jawab.

Sejumlah Narasumber menyampaikan kepada media bahwa pola kegiatan seperti ini diduga tidak hanya terjadi di satu lokasi. Menurut mereka, terdapat beberapa titik lain yang memperlihatkan pola serupa, yakni pembukaan atau penataan lahan yang diikuti dengan pengangkutan material hasil galian menggunakan dump truck.

Pertanyaan yang kini mengemuka adalah apakah dalam ketentuan pelaksanaan program cetak sawah memang terdapat aturan yang memperbolehkan material hasil galian dibawa keluar lokasi atau bahkan diperjualbelikan. Hingga saat ini, media masih menelusuri dokumen dan meminta penjelasan dari instansi berwenang mengenai tata kelola material hasil galian dalam program tersebut.

Jika memang terdapat pengangkutan material keluar lokasi, publik juga mempertanyakan siapa yang memberikan persetujuan, berdasarkan aturan apa material tersebut dipindahkan, bagaimana mekanisme pencatatannya, serta bagaimana pertanggungjawaban atas pemanfaatannya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab agar tidak menimbulkan dugaan adanya penyalahgunaan dalam pelaksanaan kegiatan yang mengatasnamakan program pemerintah.

Sorotan semakin menguat setelah Camat Jati Agung, Rizwan Effendi, S.K.M., M.M., memerintahkan penghentian aktivitas yang diduga ilegal di lokasi tersebut. Di sisi lain, Kepala Desa Marga Agung, Suharno, menyatakan pemerintah desa tidak pernah menerbitkan izin atas aktivitas tersebut dan hanya pernah diminta membuat pernyataan terkait potensi kerusakan jalan akibat lalu lintas kendaraan pengangkut material.

Dalam penelusuran media, dua nama yang disebut oleh sejumlah warga sebagai pihak yang diduga terlibat dalam pelaksanaan kegiatan di lokasi, yakni Edi dan Danu, telah dimintai tanggapan.

Hingga berita ini diterbitkan, Edi belum memberikan jawaban atas permintaan konfirmasi. Sementara Danu sempat menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di luar daerah dan akan memberikan penjelasan setelah kembali ke Lampung. Pada kesempatan berikutnya, Danu menyatakan kegiatan cetak sawah telah dihentikan dan lahan akan ditanami padi. Namun ketika dimintai tanggapan mengenai informasi yang beredar terkait dugaan pengangkutan maupun dugaan penjualan material hasil galian ke luar lokasi, pertanyaan tersebut belum dijawab.

Persoalan ini bukan sekadar mengenai aktivitas alat berat atau lalu lalang dump truck. Yang menjadi perhatian adalah akuntabilitas pengelolaan material hasil galian dari kegiatan yang diklaim sebagai program cetak sawah. Oleh karena itu, publik mendesak pemerintah daerah, instansi teknis, dan aparat penegak hukum untuk menjelaskan status kegiatan tersebut, menelusuri pengelolaan material hasil galian, serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Media akan terus menelusuri informasi yang berkembang, termasuk dugaan adanya pola kegiatan serupa di lokasi lain. Setiap informasi akan diverifikasi dan seluruh pihak yang berkepentingan akan diberikan kesempatan menyampaikan penjelasan sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.

(REDAKSI)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak HUT ke-344, Pemkot Bandar Lampung Gelar Bandar Lampung Expo 2026

14 Juli 2026 - 15:03 WIB

Yuhadi Bantah Rapat Pansus LHP BPK Digelar Tertutup

14 Juli 2026 - 14:58 WIB

Wali Kota Eva Dwiana dan Kajati Lampung Tinjau Pelaksanaan Program MBG di Bandar Lampung

14 Juli 2026 - 14:51 WIB

1 SD Negeri di Bandar Lampung Hanya Dapat 2 Murid Baru, Tetap Beroperasi

14 Juli 2026 - 14:38 WIB

Rakornas Samsat 2026 di Lampung Perkuat Sinergi dan Digitalisasi Layanan

14 Juli 2026 - 14:30 WIB

Trending di Bandar Lampung