Menu

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Lampung

UANG JUTAAN RUPIAH UNTUK MENGHAPUS FAKTA! KELUARGA NAPI LAPAS RAJABASA MENAWARKAN SUAP.

badge-check


					UANG JUTAAN RUPIAH UNTUK MENGHAPUS FAKTA! KELUARGA NAPI LAPAS RAJABASA MENAWARKAN SUAP. Perbesar

BANDAR LAMPUNG, Kasus dugaan pengendalian jaringan narkoba dari balik jeruji besi Lapas Kelas I Bandar Lampung (Lapas Rajabasa) kini membuka babak baru yang sama serius dan mencoreng wajah keadilan: munculnya upaya tekanan serta tawaran uang untuk menutup fakta dan menarik kembali pemberitaan yang sudah diketahui publik.

Seorang wanita yang memperkenalkan diri sebagai Ayuk, yang mengatasnamakan keluarga salah satu warga binaan yang terseret dalam kasus ini, secara langsung menghubungi Pimpinan Redaksi Tinta Informasi. Wanita tersebut menawarkan uang bernilai jutaan rupiah dengan satu syarat tegas — seluruh pemberitaan terkait kasus narkoba yang dikendalikan dari dalam penjara itu harus segera ditarik dan dihapus.

Namun tawaran yang tergolong upaya penyuapan dan penekanan terhadap kebebasan pers itu ditolak mentah-mentah oleh Pimpinan Redaksi Tinta Informasi. Kepentingan publik dan kebenaran faktual dinilai jauh lebih tinggi harganya daripada sejumlah uang berapa pun nilainya.

Belum selesai sampai di situ, beredar pula kabar yang semakin menguatkan dugaan adanya upaya terkoordinasi untuk menutup-nutupi persoalan ini: keluarga salah satu pihak yang menjadi korban diduga telah mengeluarkan uang bernilai jutaan rupiah dan menyerahkannya kepada awak media lain, dengan tujuan agar pemberitaan yang telah dimuat segera ditarik kembali atau dihapus dari peredaran publik.

Fakta-fakta baru ini semakin memperjelas bahwa pemberitaan yang mengungkap kejanggalan di Lapas Rajabasa ini menyentuh langsung kepentingan pihak-pihak tertentu — sehingga mereka berusaha mati-matian meredamnya, termasuk dengan cara menyuap dan membungkam kebenaran.

Masyarakat pun kini mulai bersuara lantang dan menuntut kepastian hukum. Warga meminta Kepolisian Daerah (Polda) Lampung segera turun tangan dan mengambil langkah tegas. Pasalnya, peredaran narkoba yang berlangsung terus-menerus di dalam lembaga pemasyarakatan, ditambah dengan kebebasan narapidana menggunakan alat komunikasi secara leluasa, bukan lagi sekadar kelalaian — melainkan mengarah pada dugaan pembiaran yang dilakukan oknum demi keuntungan pribadi dan memperkaya diri sendiri.

Rakyat bertanya: bagaimana mungkin barang haram dan telepon genggam bisa masuk dan digunakan secara bebas di dalam lembaga yang dijaga ketat, jika tidak ada yang sengaja membiarkan dan mengambil untung dari situasi itu? Jika pengawasan saja sudah dijual, maka di mana lagi rakyat harus menaruh kepercayaan?

Hingga berita ini diturunkan, awak media terus berupaya meminta tanggapan resmi dari pihak Polda Lampung, Kanwil Kemenkumham Lampung, maupun Lapas Kelas I Bandar Lampung terkait tuntutan masyarakat ini, namun belum memperoleh jawaban. Ruang hak jawab tetap kami bukakan seluas-luasnya bagi semua pihak yang terkait.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bunda Eva Salurkan Bantuan untuk 20 Masjid 5 Ponpes di Bandar Lampung

14 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Cegah Pohon Tumbang, DLH Bandar Lampung Gencar Pangkas Pohon Tua di Jalan Protokol

14 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun, Ahmad Giri Kawal Target Pembangunan Lampung

14 Agustus 2026 - 08:06 WIB

Bunda Eva: Kita Isi Kemerdekaan Sesuai Porsi, Sekolah Rakyat di Bandar Lampung Sudah Jalan Lewat Biling

14 Agustus 2026 - 08:02 WIB

Dugaan Kedekatan Oknum Lurah Gunung Sulah Masuk Inspektorat, Suami HS Buka Suara

13 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Trending di Bandar Lampung