Menu

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Lampung

Diduga Oplos BBM Subsidi, Rohim Terancam Jerat Hukum Tindak Pidana Migas

badge-check


					Diduga Oplos BBM Subsidi, Rohim Terancam Jerat Hukum Tindak Pidana Migas Perbesar

(TK),Mesuji, Lampung – Dugaan praktik ilegal pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mencuat ke permukaan setelah tim investigasi media ini mendapat informasi dari seorang warga setempat di Desa Simpang Mesuji, RT 01, RK 6, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung.

Warga yang enggan disebutkan identitasnya tersebut mengungkapkan bahwa terdapat sebuah gudang mencurigakan yang diduga menjadi tempat penampungan dan pengoplosan BBM bersubsidi jenis Pertalite. Gudang tersebut disebut-sebut milik seseorang berinisial R, yang belakangan diketahui bernama Rohim.

Menurut sumber, modus operandi yang dilakukan terduga pelaku yakni membeli BBM bersubsidi jenis Pertalite dari sejumlah SPBU terdekat dengan cara pengecoran, lalu ditampung di gudangnya. Setelah itu, BBM tersebut diduga dicampur dengan minyak mentah dan diedarkan kembali ke beberapa desa di wilayah sekitarnya.

“Gudang itu sudah lama mencurigakan. Banyak kendaraan keluar-masuk, terutama malam hari. Isu soal pengecoran dan oplosan sudah jadi rahasia umum di sini,” ujar warga yang identitasnya kami lindungi.

Hingga berita ini diterbitkan, Rohim selaku terduga pemilik gudang belum berhasil dikonfirmasi. Awak media telah berupaya menghubungi pihak terkait namun belum mendapatkan tanggapan.

Menanggapi dugaan ini, seorang aktivis senior di Lampung yang juga meminta identitasnya dirahasiakan menyerukan agar aparat penegak hukum bertindak tegas.

“Jika benar terjadi pengoplosan BBM subsidi, maka ini adalah tindakan kejahatan ekonomi yang merugikan negara dan rakyat kecil. Penegak hukum harus serius membasmi praktik mafia semacam ini,” tegasnya.

Praktik pengoplosan BBM bersubsidi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat dan lingkungan. Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, pelaku yang terbukti menyalahgunakan BBM bersubsidi dapat dijerat dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda hingga Rp60 miliar.

Media ini akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak-pihak terkait guna memberikan pemberitaan berimbang sesuai asas praduga tak bersalah.

(RED)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Isu Perselingkuhan Anggota DPRD Bandar Lampung Berujung Laporan ke Polda Lampung

21 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Natar Lampung Selatan Meriahkan Beragam Perlombaan

15 Agustus 2026 - 17:48 WIB

Bunda Eva Salurkan Bantuan untuk 20 Masjid 5 Ponpes di Bandar Lampung

14 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Cegah Pohon Tumbang, DLH Bandar Lampung Gencar Pangkas Pohon Tua di Jalan Protokol

14 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun, Ahmad Giri Kawal Target Pembangunan Lampung

14 Agustus 2026 - 08:06 WIB

Trending di Bandar Lampung