(TK),Bandar Lampung— Dugaan pencurian kabel tembaga di Kota Bandar Lampung semakin mencengangkan. Alih-alih berhenti, sosok berinisial HRS yang sebelumnya disebut sebagai otak jaringan justru kembali beraksi bersama kelompoknya di lokasi berbeda.
Informasi terbaru yang diperoleh dari sumber terpercaya menyebutkan bahwa pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari (22-23 Agustus 2025),HRS Cs kembali melakukan penggalian kabel di kawasan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung. Dari aksi tersebut, kelompok ini disebut berhasil mengumpulkan hasil curian kabel tembaga dengan berat mencapai satu ton lebih .

Lebih lanjut, sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa hasil curian tersebut kemudian dibawa ke Kota Metro dan dijual kepada seorang penadah berinisial DNL . “Setelah diangkut, kabel tembaga itu langsung diarahkan ke Metro. Di sana sudah ada penadahnya,” ujar sumber.
Yang lebih mengejutkan, HRS diduga semakin berani dan menantang hukum. Masih menurut keterangan narasumber, HRS bahkan mengaku kebal hukum. “Dia bilang Lampung ini miliknya dan tidak akan ada aparat yang berani menangkapnya,” ucap sumber menirukan pernyataan HRS.
Pernyataan arogan itu menimbulkan tanda tanya besar: apakah ada pihak tertentu yang melindungi HRS Cs sehingga berani terang-terangan menantang hukum?
Aksi ini jelas bukan kejahatan biasa, melainkan sudah terorganisir dan merugikan masyarakat luas. Aparat penegak hukum diharapkan tidak tinggal diam dan segera menangkap HRS beserta jaringan penadahnya .
Jika dibiarkan, kasus ini tidak hanya menimbulkan kerugian besar, tetapi juga berpotensi mencoreng wibawa aparat penegak hukum karena adanya kesan pembiaran terhadap aksi mafia kabel yang semakin beringas di Lampung.
(TIM)











