(TK), Lampung— Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi terkait, serta pemerintah 15 kabupaten/kota meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Marindo menyampaikan bahwa sejumlah wilayah di Lampung sebelumnya telah diguyur angin puting beliung dan banjir rob. Kondisi ini, katanya, menjadi peringatan penting agar seluruh unsur pemerintah memperkuat langkah kesiapsiagaan.

“Musibah ini tidak kita harapkan terjadi, tapi kita harus memetakan langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” ujar Marindo, Minggu (7/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa Pemprov Lampung telah mempersiapkan langkah antisipasi sejak jauh hari. BPBD Lampung telah melakukan koordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait untuk memastikan respons cepat jika terjadi bencana.
Persiapan itu meliputi penyediaan logistik dan peralatan penanggulangan bencana, apel siaga, inventarisasi wilayah rawan, mitigasi dini, pemantauan berkala, serta penyebaran informasi realtime berbasis data bencana.
“Kita berdoa tidak terjadi musibah besar di Lampung. Namun kalau pun terjadi, kita harus siap. Kami minta kabupaten/kota mempersiapkan aspek kesiapsiagaan mulai dari pra-bencana hingga pascabencana. Masyarakat juga diminta terus memonitor informasi cuaca melalui BMKG, BNPB, dan sumber resmi lainnya,” tegasnya.
Marindo mengingatkan seluruh pihak untuk lebih waspada dan berhati-hati, terutama saat aktivitas luar rumah, mengingat kondisi cuaca yang tidak stabil.
Peringatan ini sejalan dengan prospek cuaca tujuh hari yang dirilis Stasiun Meteorologi Radin Inten II BMKG. Dalam analisisnya, BMKG mencatat peningkatan potensi hujan signifikan akibat pengaruh Dipole Mode Indeks (DMI) negatif, daerah konvergensi, serta pemanasan suhu muka laut di Samudra Hindia.
Pada 7–9 Desember 2025, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur Pesawaran, Tanggamus, dan Pesisir Barat, yang dapat memicu banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Potensi hujan sedang hingga lebat juga dapat meluas ke sejumlah daerah lainnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara mendadak, termasuk potensi kemunculan bibit siklon tropis pada pertengahan Desember hingga Januari.
Aktivitas atmosfer seperti Monsoon Asia, Madden Julian Oscillation, gelombang Kelvin, Rossby Equatorial, serta seruak udara dingin meningkatkan peluang terbentuknya bibit siklon di selatan Indonesia. Fenomena tersebut dapat membawa hujan sangat lebat, angin kencang, petir, dan berpotensi mengganggu transportasi udara maupun laut.
Sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Lampung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa, Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua Selatan, dan Papua Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
(*)










