Menu

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Lampung

Wajib Pajak Usaha Bertambah, DPRD Nilai Ekonomi Bandar Lampung Masih Bergerak

badge-check


					Wajib Pajak Usaha Bertambah, DPRD Nilai Ekonomi Bandar Lampung Masih Bergerak Perbesar

BANDAR LAMPUNG – Aktivitas perekonomian di Kota Bandar Lampung dinilai masih menunjukkan pergerakan. Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya jumlah pelaku usaha yang terdaftar sebagai wajib pajak.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung sekaligus Ketua BPC HIPMI Kota Bandar Lampung, Indra Feriza, mengatakan berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), jumlah wajib pajak pelaku usaha naik dari sekitar 1.358 menjadi 1.447.

“Dari Bapenda, pelaku usaha wajib pajak meningkat. Kalau tidak salah, dari 1.358 menjadi 1.447 wajib pajak,” ujar Indra, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, meski ada usaha yang tutup, jumlah usaha baru masih lebih banyak. Kondisi ini menunjukkan roda ekonomi daerah masih berjalan dan belum tepat jika disebut mengalami kelesuan.

“Kalau dibilang ekonomi lesu, menurut saya kurang tepat. Berdasarkan data yang saya terima, masih ada peningkatan,” katanya.

Indra menilai bertambahnya pelaku usaha seharusnya ikut mendorong perputaran ekonomi dan transaksi di masyarakat. Namun, pertumbuhan tersebut perlu dibarengi kepatuhan dalam membayar pajak agar berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia menyebut target PAD Kota Bandar Lampung tahun ini sekitar Rp1,1 triliun. DPRD bersama Bapenda juga telah melakukan hearing untuk membahas optimalisasi penerimaan daerah.

“Kami di DPRD, khususnya Komisi II, akan terus memantau wajib pajak tersebut. Mudah-mudahan target PAD bisa tercapai,” ujarnya.

Dari sisi dunia usaha, Indra mengatakan BPC HIPMI Kota Bandar Lampung terus mendorong anggotanya untuk memenuhi kewajiban perpajakan. Salah satunya melalui penggunaan tapping box untuk mencatat transaksi dan membantu optimalisasi pajak daerah.

“Untuk pengusaha, yang kami tekankan salah satunya tapping box untuk meningkatkan PAD,” katanya.

Ia optimistis para anggota HIPMI dapat menjalankan kewajiban perpajakan dengan baik.

“Saya yakin anak-anak HIPMI juga saat ini sudah cukup taat,” pungkasnya.

Kenaikan jumlah wajib pajak dari 1.358 menjadi 1.447 menjadi salah satu gambaran bahwa aktivitas ekonomi Bandar Lampung masih berlangsung. Jika pertumbuhan usaha diikuti kepatuhan pajak dan pengawasan yang baik, kondisi tersebut berpotensi memperkuat PAD serta mendukung pembangunan daerah.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Thomas Amirico Lantik 98 Kepala Sekolah di Lampung, Ini Daftar Nama dan Sekolah Tujuannya

11 September 2026 - 10:10 WIB

Denda RSUDAM Menumpuk, MTM Desak Kejati Lampung

10 September 2026 - 10:20 WIB

Aset Negara Jadi Bancakan” ALAMBAKA Tantang PTPN I Regional 7 Buka-bukaan Soal HGU

10 September 2026 - 07:57 WIB

Kombes Pol Eko Bagus Riyadi Resmi Jabat Kapolresta Bandar Lampung

9 September 2026 - 10:19 WIB

Antisipasi Abu Vulkanik, Sekolah di Lampung Kembali Daring hingga 10 September

8 September 2026 - 15:59 WIB

Trending di Lampung