(TK)Lampung— Jemaah haji asal Kabupaten Lampung Utara, Siswanto Subandi Husdi, wafat di Rumah Sakit King Salman, Madinah, Arab Saudi, pada Sabtu, 24 Mei, pukul 09.20 Waktu Arab Saudi (WAS).
Almarhum merupakan jemaah Kloter JKG 15 dengan nomor porsi 08*******1, dan berdomisili di Desa Sindang Sari, Lampung Utara. Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Lampung memastikan bahwa seluruh hak almarhum sebagai jemaah haji tetap diberikan, termasuk pelaksanaan badal haji dan klaim asuransi jiwa.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Lampung, Erwinto, menyampaikan duka cita atas wafatnya almarhum di Tanah Suci. “Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Siswanto Subandi Husdi. Semoga almarhum husnul khatimah dan seluruh amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah menjamin pelaksanaan badal haji melalui petugas resmi yang ditunjuk. “Negara hadir dalam setiap kondisi. Untuk jemaah yang wafat, pemerintah akan menunaikan badal haji atas nama almarhum dan memastikan hak-hak keluarga yang ditinggalkan terpenuhi,” lanjutnya.
Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Lampung, Ansori, menjelaskan bahwa almarhum wafat setelah menjalani perawatan intensif akibat penyakit gagal ginjal. “Almarhum sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit King Salman Madinah karena komplikasi gagal ginjal. Tim kesehatan haji telah memberikan penanganan maksimal,” jelas Ansori.
Dengan wafatnya Siswanto Subandi Husdi, total jemaah haji asal Lampung yang meninggal dunia di Tanah Suci selama penyelenggaraan ibadah haji 1445 H berjumlah tiga orang. Dua jemaah lainnya adalah Sagiyem dan Kasminah, keduanya berasal dari Kabupaten Lampung Timur, yang lebih dahulu dilaporkan wafat di Madinah.
Ansori mengimbau agar seluruh jemaah, khususnya lansia dan yang memiliki penyakit bawaan, lebih disiplin dalam menjaga kesehatan selama berada di Arab Saudi. “Kami mengingatkan seluruh jemaah agar memperhatikan kondisi tubuh, mengikuti anjuran medis, dan tidak memaksakan diri dalam beraktivitas. Kesehatan adalah syarat utama agar ibadah berjalan dengan baik,” pungkasnya.(**)










