(TK), Bandar Lampung__Seorang oknum ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemprov Lampung AT dilaporkan ke Polresta Kota Bandar Lampung karena diduga menerjang suaminya sebab ketahuan sedang chat dengan PIL (Pria Idaman Lain) pada 17 Juli 2026 lalu di kediamannya di sebuah perumahan Kelurahan Telukbetung Timur. Rabu (5/8).
Akibat penyerangan sang istri AT yang hendak memperebutkan HP (handphone) tersebut sang suami mengalami luka cakar pada lengan kiri dan wajah, serta luka di siku kanan dan memar pada jari tangan kanannya.

“Dia subuh-subuh udah keluar kamar sebelum adzan sekitar jam 4 lebih, tapi sampai jam 5 lebih gak kedengeran aktifitasnya seperti biasa, seperti suara air sedang mencuci pakaian atau mandi atau suara masak, saya bangun jam setengah enam menemukan dia lagi asik maen HP di ruang tamu” kata sang suami pelaku.
Setelah itu, sang suami AT menegur baik-baik pada pelaku agar segera mandi, sholat dan melakukan aktifitas seperti biasanya.
“Saya tegur baik-baik, tapi sambutannya diluar perkiraan, dia ngebantah dan membentak saya. Saya ambil paksa sambil mengulangi perkataan saya supaya cepet menyiapkan makanan buat anak sekolah, trus malah saya diterjangnya sampe jatuh. Lalu dia dengan membabi buta menyerang saya saat terjatuh itu”ujar sang suami AT
Menurut korban sang suami, AT sering kali berbuat onar atau sengaja membuat keributan di rumah meski masalahnya sepele seperti ditegur suaminya atau dinasehati sang suami misalnya karena suka membuat status di media sosial soal aib keluarga dan lainnya.
“Udah paham saya udah tau tabiatnya emang gak bagus, tapi saya pertahankan semua ini sampai mau 20 tahun jalan pernikahan kami demi merawat dan mendidik anak-anak saya agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik”ujar suami AT.
Suami AT juga menerangkan perbuatan ini bukan kali pertama, pada tahun 2024 lalu kejadian serupa pernah terjadi, AT ASN Pemprov Lampung tersebut ketahuan chatan dengan beberapa pria baik melalui Medsos Tikktok maupun Whatapps.
“2024 kemaren pernah juga begini lebih parahnya lagi dia (AT) malah melakukan kriminalisasi saya dengan melaporkan saya tindakan KDRT, padahal saya yang dipukulnya lagi tidur, trus saya tangkisin pukulannya dan saya tahan tangannya, lucunya ya itu dia yang lapor dia yang visum dan lainnya” jelas suami AT.
Kejadian yang menimpa suami AT tersebut sampai sekarang masih disimpan bukti-buktinya dari chatan AT, LPnya dan foto luka-luka sang suami setelah kejadian tersebut.
“Ada bukti-buktinya lengkap, walaupun sqya tidak melaporkan tindakan dia ke Polisi tapi saya ada semua buktinya dari chatan sampe luka-luka lecet dan lebam akibat amukan dia waktu ketahuan sama saya” terangnya.
Lanjutnya, setelah semua kejadian tersebut kedua belah pihak keluarga melakukan mediasi dan berujung damai. Secara tegas sang suami untuk kejadian saat ini mengharapkan untuk peristiwa terakhir kalinya
“Kalo yang 2024 kemaren selesai secara kekeluargaan dan dia cabut laporannya di Polsek Telukbetung Timur bersama saya juga, tapi kali ini udah bener-bener kelewatan saya masih muda gagah begini aja dia berani serang dan memukul saya gimana nanti tua nya, jadi lebih baik saya selesaikan semua ini, gak bagus konflik terus-menerus depan anak.”tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak diduga terlapor AT diduga pelaku belum membuahkan hasil guna memperoleh klarifikasi langsung. Meski demikian, ruang hak jawab tetap terbuka sesuai dengan amanat Undang-Undang Pers. (*)













