(TK),Bandar Lampung—Dugaan persoalan serius dalam penyaluran beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah di lingkungan UIN Raden Intan Lampung mulai menjadi sorotan.
Berdasarkan penelusuran awal yang diperoleh teropongkasusnews.com dari sejumlah mahasiswa, terdapat dugaan bahwa beberapa penerima beasiswa KIP-K mendapatkan pencairan dana secara ganda atau double dengan nominal yang dalam beberapa kasus disebut mencapai sekitar Rp13 juta.

Tidak hanya itu, sekitar puluhan mahasiswa lainnya justru dikabarkan hingga kini belum menerima pencairan bantuan pendidikan tersebut.
Kondisi ini memunculkan dugaan adanya ketidaktertiban dalam pengelolaan serta verifikasi data penerima beasiswa KIP-K di internal kampus. Jika benar terjadi, hal tersebut diduga berpotensi melanggar mekanisme penyaluran bantuan pendidikan pemerintah yang seharusnya dilakukan secara tertib, transparan, dan tepat sasaran.
Selain dugaan pencairan ganda kepada sejumlah mahasiswa, persoalan ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan serta sistem verifikasi penerima beasiswa di lingkungan kampus, mengingat adanya mahasiswa yang menerima lebih dari satu kali pencairan sementara sebagian lainnya belum memperoleh haknya.
Media ini kemudian melakukan konfirmasi kepada Rektor UIN Raden Intan Lampung terkait temuan awal tersebut.
Menanggapi hal itu, Rektor memberikan jawaban singkat bahwa persoalan tersebut saat ini sedang dalam proses pemeriksaan internal.
“Itu sedang ditangani audit SPI,” ujar Rektor saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dugaan persoalan dalam penyaluran beasiswa KIP-K di lingkungan kampus tersebut kini tengah diperiksa oleh Satuan Pengawas Internal (SPI).
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak kampus mengenai jumlah mahasiswa yang menjadi objek pemeriksaan maupun hasil awal dari proses audit yang sedang berjalan.
Media ini masih terus melakukan penelusuran lebih lanjut guna memperoleh informasi yang lebih lengkap terkait dugaan persoalan penyaluran beasiswa tersebut.
(REDAKSI)












