Menu

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Bandar Lampung

Bantuan Jaminan Hidup Terus Disalurkan, Satgas Pastikan Tepat Sasaran

badge-check


					Bantuan Jaminan Hidup Terus Disalurkan, Satgas Pastikan Tepat Sasaran Perbesar

(TK),BANDAR LAMPUNG—Pemerintah memastikan penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup) bagi korban bencana tetap berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran. Melalui pengawasan ketat Satuan Tugas (Satgas), setiap proses distribusi dilakukan dengan sistem verifikasi berlapis guna meminimalkan kesalahan data.

Penyaluran bantuan dilakukan menggunakan pendekatan bottom-up, di mana data penerima diajukan langsung oleh pemerintah daerah. Mekanisme ini dinilai lebih akurat karena berbasis kondisi riil di lapangan, sehingga bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Dalam prosesnya, data penerima tidak serta-merta langsung digunakan. Pemerintah melakukan verifikasi ketat yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga validasi lapangan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Langkah ini penting untuk menghindari adanya data ganda maupun penerima yang tidak berhak.

Menteri Sosial menegaskan bahwa penyaluran bantuan tidak pernah dihentikan selama data penerima telah dinyatakan valid. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa jaminan hidup, tetapi juga mencakup bantuan isi hunian, stimulan ekonomi, serta santunan bagi korban terdampak.

Besaran bantuan yang disalurkan pun cukup signifikan. Di Kabupaten Aceh Tamiang, total bantuan yang telah digelontorkan mencapai Rp205,18 miliar. Sementara itu, di Pidie Jaya sebesar Rp123,66 miliar, dan di Padang Panjang mencapai Rp81,81 miliar.

Meski demikian, perbedaan kecepatan penyaluran bantuan di tiap daerah masih menjadi tantangan. Hal ini disebabkan oleh variasi kemampuan pemerintah daerah dalam melakukan pendataan dan pengajuan bantuan. Pemerintah pusat menegaskan bahwa keterlambatan bukan disebabkan oleh ketersediaan anggaran, melainkan pada proses administrasi di tingkat daerah.

Dengan sistem pengawasan yang ketat dan berbasis data akurat, pemerintah berharap bantuan jaminan hidup dapat terus tersalurkan secara efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jaksa Agung Lakukan Rotasi Besar: 14 Kajati Baru Resmi Ditunjuk, Abdul Qohar Pimpin Jawa Timur

14 April 2026 - 03:38 WIB

Zonasi Tak Lagi Cukup, SPMB Lampung 2026 Wajibkan Nilai Akademik, Sistem Seleksi Dirombak Total

14 April 2026 - 03:33 WIB

Sorotan ke Dana Otsus, Mendagri Tito Pastikan Pengawasan Lebih Ketat dan Tepat Sasaran

14 April 2026 - 03:10 WIB

Lepas Bank Lampung Run 2026, Wali Kota Eva Dwiana Ajak Masyarakat Hidup Sehat

9 April 2026 - 08:49 WIB

Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana Terima Audiensi Rektor UIN Raden Intan Lampung, Perkuat Sinergi Pemerintah dan Dunia Akademik

9 April 2026 - 08:49 WIB

Trending di Bandar Lampung