Menu

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Indek News

Nenek 70 Tahun Menjadi Korban Penganiayaan di Cianjur Akibat Tuduhan Penculikan

badge-check


					Nenek 70 Tahun Menjadi Korban Penganiayaan di Cianjur Akibat Tuduhan Penculikan Perbesar

(TK)Cianjur— Sebuah peristiwa tragis terjadi di sebuah desa di Cianjur, di mana seorang nenek berusia 70 tahun, Mardiah, menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok warga. Insiden ini berawal dari tuduhan tak berdasar bahwa nenek tersebut berusaha menculik seorang anak.

Menurut keterangan saksi, pada sore hari, Mardiah sedang berjalan santai di sekitar desa ketika seorang anak kecil berlari ketakutan dan melaporkan kepada orang tuanya bahwa ada seorang wanita tua yang mencoba membawanya pergi. Dalam waktu singkat, informasi ini menyebar di kalangan warga, yang segera berkumpul dan menuduh Mardiah.

Tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut, sekelompok warga meluapkan kemarahan mereka dengan melakukan tindakan kekerasan terhadap nenek tersebut. Beberapa warga bahkan mengancam akan melaporkannya kepada pihak berwajib. Beruntung, seorang pemuda yang kebetulan melintas di lokasi dan mengenali nenek itu dapat menghentikan tindakan tersebut.

Setelah insiden itu, Mardiah dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan. Kondisinya dilaporkan stabil meskipun mengalami luka-luka akibat penganiayaan. Pihak kepolisian setempat telah turun tangan untuk menyelidiki kejadian ini dan mengidentifikasi individu-individu yang terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut.

Kepala Desa setempat mengutuk tindakan penganiayaan ini dan mengingatkan warga agar tidak terburu-buru mengambil tindakan tanpa mengumpulkan fakta yang jelas. “Kita harus bersikap bijaksana dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya komunikasi dan klarifikasi sebelum mengambil tindakan, serta perlunya menjaga ketenangan di tengah situasi yang berpotensi memicu kekerasan. Pihak berwenang berjanji akan menangani kasus ini dengan serius agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.(**)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KETUA DPRD SBB ANDREAS HENGKY KOLLY AKUI DOKUMEN NEGARA RATUSAN MILIAR SULIT DITEMUKAN,ADA APA SEBENARNYA DENGAN PENGELOLAAN APBD?

17 Mei 2026 - 15:08 WIB

RAHKAM Bongkar Data BPK: Ratusan Miliar Rekomendasi Audit Mangkrak di SBB, DPRD pura-pura buta dan tuli. 

17 Mei 2026 - 13:41 WIB

Petani Mengaku Sudah Lunas Tapi Sertifikat Belum Kembali, DPRD dan Kementerian BUMN Didorong Turun Tangan

16 Mei 2026 - 06:56 WIB

Kasus Dugaan Korupsi DD-ADD Desa Lokki Masuk Penyidikan, Julkipli Sosal: Jangan Ada Tersangka yang Dilindungi!

14 Mei 2026 - 13:15 WIB

Diduga Ada Permainan di Balik Mandeknya PP 47/2024, Direksi PTPN Regional 1 Diminta Diperiksa Presiden dan Menteri BUMN

11 Mei 2026 - 13:07 WIB

Trending di Bandar Lampung

You cannot copy content of this page