Menu

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Lampung

Malam Panjang di Kejati Lampung: Dendi Ramadhona dan Tiga Pejabat Pesawaran Diperiksa Intensif

badge-check


					Malam Panjang di Kejati Lampung: Dendi Ramadhona dan Tiga Pejabat Pesawaran Diperiksa Intensif Perbesar

(TK)—Bandar Lampung— Suasana di halaman Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung pada kamis malam (16/10/2025) tampak masih ramai. Beberapa awak media masih bertahan hingga pukul 22.00 WIB, menunggu kabar hasil pemeriksaan terhadap empat sosok penting dari Kabupaten Pesawaran yang sejak pagi tadi diperiksa intensif oleh penyidik

Keempatnya adalah mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pesawaran Fikri, seorang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta sejumlah rekanan proyek yang diduga terlibat dalam kegiatan proyek senilai Rp8 miliar.

Informasi yang dihimpun KBNI News menyebutkan, keempat orang tersebut telah menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB pagi dan hingga malam ini prosesnya belum juga rampung. Pemeriksaan kali ini disebut-sebut merupakan pemeriksaan ketiga, dan dikabarkan menjadi yang paling panjang dan mendalam dibanding dua sebelumnya.

Beberapa sumber internal di lingkungan Kejati Lampung menyebutkan, mantan bupati Dendi sempat mengeluh sakit lambung bahkan beberapa kali meminta obat, diduga karena mengalami gangguan lambung.

“Dari informasi yang kami terima, beliau sempat mengeluh sakit perut, kemungkinan lambungnya kambuh, tapi tetap diminta melanjutkan pemeriksaan,” ujar seorang sumber yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, dari pantauan di lokasi, suasana di sekitar kantor Kejati cukup tegang. Sejumlah wartawan dari berbagai media lokal dan nasional terus memantau pergerakan pintu keluar masuk gedung pemeriksaan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kejati Lampung mengenai status hukum keempatnya.

Namun, banyak pihak mulai berspekulasi bahwa pemeriksaan panjang malam ini bisa menjadi penentu bagi perjalanan hukum para pejabat dan kontraktor yang disebut-sebut terlibat dalam proyek dengan nilai fantastis itu.

“Kalau melihat intensitas pemeriksaannya, bisa jadi malam ini jadi babak baru. Tapi tentu kita tunggu hasil resmi dari Kejati,” kata salah satu wartawan senior yang ikut berjaga sejak pagi.

Pemeriksaan kali ini menjadi sorotan publik, mengingat Dendi Ramadhona dikenal sebagai salah satu kepala daerah muda yang cukup populer di Lampung dan sempat digadang-gadang akan maju kembali di pilkada mendatang.

Meski begitu, hingga pukul 22.00 WIB malam, belum ada satu pun dari keempat yang keluar dari ruang penyidik. Semua masih menjalani pemeriksaan secara terpisah, dan belum diketahui apakah mereka akan diperbolehkan pulang malam ini atau justru akan menjalani penahanan.

Publik kini menunggu kelanjutan dari kasus proyek senilai Rp8 miliar yang menyeret nama-nama besar di Kabupaten Pesawaran tersebut. Sementara di luar gedung Kejati, aroma ketegangan semakin terasa — seakan menandai bahwa malam ini bisa menjadi malam panjang bagi empat orang yang disebut-sebut sebagai “empat tokoh kuat Pesawaran”. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MTM Lampung Ungkap Dugaan Pelanggaran Serius di Proyek RS UIN Raden Intan, APBD 2025 Terancam Rugi

14 Januari 2026 - 11:24 WIB

KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Lebih Rp1 Triliun

9 Januari 2026 - 07:06 WIB

Solar Bersubsidi Raib Setiap Hari di SPBU 24.341.08 Terbanggi Besar, Dugaan Mafia Pengecor Dibiarkan Bebas Beraksi

9 Januari 2026 - 05:17 WIB

Kwitansi Rp225 Ribu Distempel Sekolah, Kepala SMPN 44 Bandar Lampung Diam Saat Dimintai Klarifikasi

7 Januari 2026 - 05:27 WIB

Kerja Sama Media Diskominfo Bandar Lampung Disorot, IMF Nilai Janggal dan Berpotensi Langgar Prinsip Pengelolaan Anggaran

27 Desember 2025 - 05:44 WIB

Trending di Bandar Lampung

You cannot copy content of this page