(TK)—Bandar Lampung— Suasana di halaman Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung pada kamis malam (16/10/2025) tampak masih ramai. Beberapa awak media masih bertahan hingga pukul 22.00 WIB, menunggu kabar hasil pemeriksaan terhadap empat sosok penting dari Kabupaten Pesawaran yang sejak pagi tadi diperiksa intensif oleh penyidik
Keempatnya adalah mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pesawaran Fikri, seorang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta sejumlah rekanan proyek yang diduga terlibat dalam kegiatan proyek senilai Rp8 miliar.

Informasi yang dihimpun KBNI News menyebutkan, keempat orang tersebut telah menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB pagi dan hingga malam ini prosesnya belum juga rampung. Pemeriksaan kali ini disebut-sebut merupakan pemeriksaan ketiga, dan dikabarkan menjadi yang paling panjang dan mendalam dibanding dua sebelumnya.
Beberapa sumber internal di lingkungan Kejati Lampung menyebutkan, mantan bupati Dendi sempat mengeluh sakit lambung bahkan beberapa kali meminta obat, diduga karena mengalami gangguan lambung.
“Dari informasi yang kami terima, beliau sempat mengeluh sakit perut, kemungkinan lambungnya kambuh, tapi tetap diminta melanjutkan pemeriksaan,” ujar seorang sumber yang enggan disebut namanya.
Sementara itu, dari pantauan di lokasi, suasana di sekitar kantor Kejati cukup tegang. Sejumlah wartawan dari berbagai media lokal dan nasional terus memantau pergerakan pintu keluar masuk gedung pemeriksaan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kejati Lampung mengenai status hukum keempatnya.
Namun, banyak pihak mulai berspekulasi bahwa pemeriksaan panjang malam ini bisa menjadi penentu bagi perjalanan hukum para pejabat dan kontraktor yang disebut-sebut terlibat dalam proyek dengan nilai fantastis itu.
“Kalau melihat intensitas pemeriksaannya, bisa jadi malam ini jadi babak baru. Tapi tentu kita tunggu hasil resmi dari Kejati,” kata salah satu wartawan senior yang ikut berjaga sejak pagi.
Pemeriksaan kali ini menjadi sorotan publik, mengingat Dendi Ramadhona dikenal sebagai salah satu kepala daerah muda yang cukup populer di Lampung dan sempat digadang-gadang akan maju kembali di pilkada mendatang.
Meski begitu, hingga pukul 22.00 WIB malam, belum ada satu pun dari keempat yang keluar dari ruang penyidik. Semua masih menjalani pemeriksaan secara terpisah, dan belum diketahui apakah mereka akan diperbolehkan pulang malam ini atau justru akan menjalani penahanan.
Publik kini menunggu kelanjutan dari kasus proyek senilai Rp8 miliar yang menyeret nama-nama besar di Kabupaten Pesawaran tersebut. Sementara di luar gedung Kejati, aroma ketegangan semakin terasa — seakan menandai bahwa malam ini bisa menjadi malam panjang bagi empat orang yang disebut-sebut sebagai “empat tokoh kuat Pesawaran”. (*)










