(TK),Lampung Utara — Dugaan praktik pengecoran solar dalam jumlah besar kembali mencuat di SPBU 23.345.14 yang berada di kawasan Bukit Kemuning, Lampung Utara. Seorang pengguna jalan mengaku menyaksikan langsung aktivitas yang diduga dilakukan oleh mafia solar di SPBU tersebut pada Rabu, 10 Desember 2025.
Saksi mata yang saat itu hendak mengisi solar untuk kendaraannya melihat antrean panjang kendaraan besar seperti truk fuso, serta mobil-mobil yang diduga sudah dimodifikasi tangkinya, di antaranya Isuzu Panther hingga truk biru yang disebut terlibat dalam pengisian solar berulang.

“Antreannya panjang sekali. Ternyata banyak kendaraan yang diduga mengecor solar. Saya lihat beberapa mobil modifikasi tangki dilayani tanpa hambatan,” ungkap saksi tersebut.
Ia menambahkan, seorang operator SPBU yang bertugas—yang terlihat merupakan seorang perempuan—melayani pengisian solar tanpa menunjukkan adanya penolakan atau pengecekan khusus.
“Operatornya tampak santai sekali. Seolah-olah ini bukan pelanggaran. Sementara masyarakat umum sering kehabisan solar,” lanjutnya.
Saat berusaha mencari pengawas SPBU untuk meminta klarifikasi, saksi mengaku tidak menemukan satu pun pengawas yang dapat dimintai keterangan di lokasi.
Hingga berita ini diterbitkan, manajemen SPBU 23.345.14 belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan aktivitas pengecoran tersebut.
Masyarakat mendesak Pertamina dan aparat penegak hukum untuk turun tangan menertibkan praktik serupa. Selain merugikan negara, praktik pengecoran solar diduga menjadi salah satu penyebab kelangkaan solar di sejumlah SPBU, termasuk bagi pengemudi kendaraan pribadi dan sopir angkutan umum.
Publik menunggu langkah tegas dari pihak terkait guna memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.
(RED)










