Menu ✖

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Lampung

Usai Dua Kali Mangkir, Arinal Datangi Kejati Lampung, Kuasa Hukum Bantah Kliennya Diperiksa

badge-check


					Usai Dua Kali Mangkir, Arinal Datangi Kejati Lampung, Kuasa Hukum Bantah Kliennya Diperiksa Perbesar

(TK),Bandar Lampung— Penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana Participating Interest (PI) 10 persen pada Wilayah Kerja Offshore South East Sumatra (WK OSES) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung memasuki tahap akhir. Penyidik menargetkan berkas perkara tersebut segera dinyatakan lengkap atau P21.

Terkait kehadiran mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Kejati Lampung, kuasa hukumnya menegaskan bahwa kliennya tidak menjalani pemeriksaan, melainkan datang untuk melengkapi data dan memberikan klarifikasi tambahan yang dibutuhkan penyidik dalam rangka penyempurnaan berkas perkara.

Menurut kuasa hukum, kehadiran Arinal semata-mata sebagai bentuk kooperatif terhadap permintaan penyidik guna melengkapi dokumen dan keterangan administratif, bukan dalam kapasitas sebagai tersangka. Pelengkapan data tersebut berlangsung selama beberapa jam di lingkungan Kejati Lampung.

Penyidik Kejati Lampung menyatakan, pelengkapan data dan keterangan dari sejumlah pihak, termasuk Arinal Djunaidi, merupakan bagian dari proses finalisasi berkas perkara agar seluruh unsur formil dan materiil terpenuhi sebelum dilimpahkan ke tahap penuntutan.

Perkara dugaan korupsi PI 10 persen ini berkaitan dengan pengelolaan dana senilai sekitar USD 17.286.000 atau setara ratusan miliar rupiah yang seharusnya memberikan manfaat besar bagi daerah. Kejati Lampung menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PRESIDEN PRABOWO TERIMA GUBERNUR URI DI HAMBALANG, BAHAS KESIAPAN 384 PESERTA P3MD

25 Oktober 2026 - 18:22 WIB

PIMPINAN KEJARI LAMPUNG TIMUR DITANTANG BERTINDAK TEGAS! DUGAAN PELANGGARAN KEPEGAWAIAN RESTY ARIYUSI MENUNGGU KEJELASAN

23 Oktober 2026 - 03:03 WIB

Eksekusi Rumah Rp35 Miliar di Bintaro Gagal, Keluarga Linkan Lawan: Utang Rp2,8 M Jadi Rp35 M?

23 Oktober 2026 - 02:30 WIB

Hakim Bongkar Borok Pengawasan ESDM di Kasus Dana PI 10% SES: Ada Celah, Tidak Diawasi!

22 Oktober 2026 - 15:46 WIB

12 Advokat Baru PERSADIN Resmi Disumpah di PT Banten, Ketum Oking Tekankan Integritas

21 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Trending di Bandar Lampung