(TK), Lampung Tengah — Praktik dugaan pengecoran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kembali marak terjadi di wilayah SPBU 24.341.08 Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah. Aktivitas ini disinyalir dilakukan secara terang-terangan oleh sejumlah kendaraan yang telah dimodifikasi tangkinya dengan kapasitas besar, yang di kalangan masyarakat dikenal sebagai “tanki setan”
Pantauan tim media ini di lokasi menunjukkan deretan panjang kendaraan jenis Isuzu Panther dan Suzuki yang keluar-masuk SPBU secara berulang. Kendaraan-kendaraan tersebut tampak telah dimodifikasi khusus untuk menampung solar dalam jumlah besar, sehingga diduga kuat tidak diperuntukkan bagi kebutuhan konsumen umum.

Akibat praktik tersebut, stok BBM solar di SPBU tersebut kerap mengalami kekosongan. Masyarakat umum, khususnya para pengemudi kecil dan petani, harus gigit jari karena solar selalu habis dalam waktu singkat setiap kali dilakukan pengisian dari pihak Pertamina.
Saat dikonfirmasi, pengawas SPBU yang menurut informasi bernama Mukhtar enggan memberikan penjelasan tegas. Ketika ditanya apakah praktik pengecoran tersebut dibenarkan, ia hanya menyatakan bahwa “itu ada penanggung jawabnya terkait pengecoran itu”, tanpa menjelaskan lebih lanjut siapa pihak yang dimaksud.
Pernyataan tersebut justru memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik menilai adanya pembiaran, bahkan dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu, sehingga praktik mafia solar ini terus berlangsung tanpa hambatan berarti.
Tim media ini mendesak PT Pertamina (Persero) untuk segera turun tangan dan bersikap serius menyikapi maraknya mafia pengecor solar yang secara nyata menguras hak masyarakat. Jangan sampai persoalan ini terus dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi konkret.
Selain itu, aparat penegak hukum diminta untuk tidak tutup mata. Penindakan tegas sangat dibutuhkan agar praktik ilegal ini tidak terus berulang. Memberantas mafia solar saat ini dinilai sudah seperti memberantas narkoba—terlihat sulit, namun bukan berarti mustahil jika dilakukan dengan komitmen dan keberanian.
Masyarakat berharap, penegakan hukum tidak hanya tajam ke bawah, namun juga berani menyentuh pihak-pihak yang diduga menjadi aktor utama di balik praktik pengecoran BBM solar bersubsidi ini. Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas kendaraan modifikasi tersebut masih terus terlihat di sekitar SPBU.
(Tim)









