(TK),Bandar Lampung—Kasus dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Pesawaran terus menjadi sorotan publik. Sejumlah elemen masyarakat menilai terdapat kejanggalan dalam perhitungan kerugian negara yang dijadikan dasar oleh aparat penegak hukum dalam menjerat para tersangka.
Kritik tersebut muncul seiring berkembangnya proses hukum yang tengah berjalan. Beberapa pihak mempertanyakan metode dan dasar penghitungan kerugian negara yang dinilai belum sepenuhnya transparan dan akuntabel. Mereka menilai, ketidakjelasan tersebut berpotensi menimbulkan persepsi bahwa perkara dipaksakan.

Selain itu, terdapat pandangan bahwa fakta-fakta di lapangan perlu dikaji lebih mendalam agar tidak terjadi kekeliruan dalam penetapan unsur pidana. Masyarakat pun mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menangani perkara yang menyangkut kepentingan publik dan penggunaan anggaran negara.
Sejumlah pihak juga meminta aparat penegak hukum untuk tetap menjunjung tinggi asas keadilan, profesionalitas, serta tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan sebelum seluruh fakta terungkap secara menyeluruh di persidangan.
Hingga saat ini, proses hukum kasus SPAM Pesawaran masih berlangsung. Semua pihak diharapkan dapat menghormati jalannya proses peradilan serta menunggu putusan hakim sebagai penentu akhir atas perkara tersebut.













