Menu

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Lampung

Korban Dugaan Malpraktek RSIA Restu Bunda Bertambah

badge-check


					Korban Dugaan Malpraktek RSIA Restu Bunda Bertambah Perbesar

(TK), BANDAR LAMPUNG – Kejadian dugaan malapraktik di RSIA Restu Bunda, Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, menjadi perhatian masyarakat setelah terungkap bahwa tidak hanya satu pasien yang menjadi korban, melainkan dua pasien yang mengalami kondisi memprihatinkan akibat tindakan medis yang dilakukan oleh dokter yang sama.

Kejadian ini menimbulkan keprihatinan yang mendalam dan menimbulkan pertanyaan serius tentang kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Pasien pertama yang menjadi korban adalah Siska Adelina Astuti, warga Kelurahan Kuripan, Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung.

Siska datang ke RSIA Restu Bunda dengan harapan menjalani persalinan yang aman pada tanggal 8 Oktober 2023. Namun, apa yang seharusnya menjadi momen bahagia berubah menjadi mimpi buruk bagi keluarga Siska.

Tiga hari setelah operasi sesar, Siska mengalami pendarahan yang keluar dari bekas luka operasinya.

Keluarga segera membawa Siska kembali ke RSIA Restu Bunda, berharap untuk mendapatkan pertolongan yang diperlukan.

Namun, situasi semakin memprihatinkan ketika rumah sakit tersebut tidak memiliki peralatan yang memadai untuk menangani kasus tersebut. Akibatnya, Siska dirujuk ke RS Graha Husada pada tanggal 20 Oktober 2023.

Suami Siska, Dedi, mengungkapkan rasa kecewa dan ketakutannya saat melihat kondisi istri tercinta yang sekarat. Ia merasa panik karena darah terus mengucur dari bekas luka operasi sesar, dan tekanan darah istrinya mencapai level yang sangat berbahaya (5 HB).

Dedi bersyukur bahwa istri tercintanya masih bisa tertolong setelah dirujuk ke RS Graha Husada.

Kasus serupa dialami oleh pasien lain, Susi (23), warga Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Susi juga menjalani operasi sesar di RSIA Restu Bunda.

Namun, setelah lima hari pasca operasi, ia bersama suaminya, Sabdi Aji, mendapati bahwa bekas jaitan operasi sesarnya mengalami rembesan nanah yang berbahaya.

Sabdi Aji merasa kecewa dengan pelayanan RSIA Restu Bunda dan merasa kapok. Kejadian ini membuatnya kehilangan kepercayaan pada rumah sakit tersebut.

“Udah, kapoklah, masih ada rumah sakit yang lain, mending ke rumah sakit yang lain aja,” ujarnya dengan nada kecewa, Pada Rabu (8/11/2023).

Sebelumnya, dikonfirmasi mengenai dugaan malapraktik, Direktur RSIA Restu Bunda, Doktor Reza, menyanggah bahwa kesalahan tersebut adalah hasil dari kelalaian dokternya.

Ia menjelaskan bahwa pembengkakan dan pendarahan tersebut terjadi karena pasien kekurangan nutrisi dan melakukan gerakan yang dapat memicu pendarahan.

“Biasanya itu karena pasien kekurangan nutrisi. Sebelum pulang ke rumah, kita sarankan pasien untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung nutrisi seperti ikan, telur, dan ayam,” ungkap Reza, belum lama ini.

Selain itu, sambung dia, aktivitas fisik pasien juga mempengaruhi, seperti gerakan yang tiba-tiba, sehingga bisa menjadi faktor terjadinya pendarahan perut.

Beruntung, kondisi pasien dan anaknya saat ini lebih baik setelah dirujuk ke RS Graha Husada, Kota Bandarlampung.

Meskipun demikian, dugaan malapraktik di RSIA Restu Bunda memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Keluarga pasien berharap agar tindakan hukum yang sesuai akan diambil untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan malapraktik ini.

Kasus dugaan ini juga harus menjadi peringatan bagi seluruh sektor pelayanan kesehatan tentang pentingnya menjaga standar etika dan profesionalisme dalam pelayanan medis. Kesejahteraan pasien harus selalu menjadi prioritas utama dalam dunia kesehatan. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPK Terima Laporan MTM, Dugaan Pelanggaran 34 Proyek PU Bandar Lampung    

3 Maret 2026 - 13:22 WIB

Dugaan Keracunan Menu MBG, Sejumlah Siswa SD di Tulang Bawang Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan

24 Februari 2026 - 12:54 WIB

Jumat Berkah di Bulan Ramadhan: KBNI-News & PPWI Lampung Tebar Kepedulian untuk Sesama

20 Februari 2026 - 15:41 WIB

Sekretariat DPRD Provinsi Lampung Tingkatkan Kapasitas ASN dalam Pengadaan Barang/Jasa TA 2026

19 Februari 2026 - 16:22 WIB

Sekretariat DPRD Provinsi Lampung Dukung Program ASRI, Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dan Tertib

19 Februari 2026 - 16:13 WIB

Trending di Bandar Lampung

You cannot copy content of this page