Menu ✖

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Lampung

Pengamanan Ketat Polda Lampung dalam Pemindahan Napi High Risk ke Nusakambangan

badge-check


					Pengamanan Ketat Polda Lampung dalam Pemindahan Napi High Risk ke Nusakambangan Perbesar

(TK), Lampung – 4 Desember 2024 Kepolisian Daerah (Polda) Lampung turut serta dalam mengamankan proses pemindahan 21 narapidana kasus narkoba dari Lapas Narkotika Way Hui menuju Lapas Nusakambangan. Pemindahan ini dilakukan dengan pengawalan ketat oleh satuan Brimob Polda Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik, mengungkapkan bahwa pihaknya diminta oleh Kanwil Kemenkumham Lampung untuk memberikan pengamanan selama proses pemindahan berlangsung. “Pada malam tadi, kami telah melaksanakan pengamanan dalam pemindahan 21 narapidana yang diminta oleh pihak Kemenkumham,” ujar Umi, Kamis (5/12/2024).

Umi juga mengonfirmasi bahwa salah satu dari 21 narapidana tersebut adalah eks Kasatreskoba Polres Lampung Selatan, AKP Andre Gustami, yang dijatuhi hukuman mati karena keterlibatannya dalam jaringan narkoba internasional yang dipimpin oleh Fredy Pratama. “Benar, salah satunya adalah Andre Gustami, yang termasuk dalam kelompok ‘high risk’ ini,” jelasnya.

Proses pemindahan ini melibatkan 13 personil yang terdiri dari 10 anggota Brimob dan 3 personil PJR Ditlantas Polda Lampung. Umi menambahkan, langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi risiko yang dapat ditimbulkan oleh narapidana berisiko tinggi, terutama yang terlibat dalam kejahatan narkoba.

(**)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemnaker Apresiasi Kinerja PPID dan Pengelola Medsos Lewat Anugerah Tata Kelola Informasi Publik 2026

27 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Korlantas Polri Tegaskan Operasi Patuh 2026 Fokus Ubah Perilaku, Keselamatan Jadi Prioritas Utama

27 Oktober 2026 - 03:36 WIB

PRESIDEN PRABOWO TERIMA GUBERNUR URI DI HAMBALANG, BAHAS KESIAPAN 384 PESERTA P3MD

25 Oktober 2026 - 18:22 WIB

PIMPINAN KEJARI LAMPUNG TIMUR DITANTANG BERTINDAK TEGAS! DUGAAN PELANGGARAN KEPEGAWAIAN RESTY ARIYUSI MENUNGGU KEJELASAN

23 Oktober 2026 - 03:03 WIB

Eksekusi Rumah Rp35 Miliar di Bintaro Gagal, Keluarga Linkan Lawan: Utang Rp2,8 M Jadi Rp35 M?

23 Oktober 2026 - 02:30 WIB

Trending di Bandar Lampung