Menu

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Indek News

Rocky Gerung Sindir Penegak Hukum: Nama Jokowi Selalu Disebut, Tapi Tak Pernah Diselidiki!

badge-check


					Rocky Gerung Sindir Penegak Hukum: Nama Jokowi Selalu Disebut, Tapi Tak Pernah Diselidiki! Perbesar

(TK)—Sebuah pernyataan tajam dari pengamat politik Rocky Gerung kembali membuat publik riuh. Dalam sebuah diskusi terbuka, Rocky menyinggung fenomena aneh yang menurutnya tidak bisa diabaikan begitu saja. Ia menyoroti bagaimana sejumlah tokoh yang pernah ditangkap oleh aparat justru menyebut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun hingga kini tidak pernah ada tindak lanjut hukum yang mengarah langsung kepada orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Dalam pernyataannya, Rocky menyebutkan beberapa nama penting yang sempat menyeret nama Jokowi:
1. Hasto Kristiyanto ditangkap, menyebut nama Jokowi.
2. Tom Lembong ditangkap, menyebut nama Jokowi.
3. Noel (Immanuel Ebenezer) ditangkap, menyebut nama Jokowi.
4. Yaqut Cholil Qoumas ditangkap, menyebut nama Jokowi.
5. Nadiem Makarim ditangkap, menyebut nama Jokowi.

Rocky dengan nada kritis mempertanyakan, “Mengapa setiap kali ada tokoh yang bermasalah dengan hukum dan ditangkap, nama Jokowi selalu ikut disebut, namun anehnya pihak kejaksaan tidak pernah sekalipun memeriksa atau menelusuri lebih jauh pernyataan tersebut?”

Pertanyaan Besar untuk Penegak Hukum

Pernyataan ini seketika menjadi bola panas di ruang publik. Pasalnya, isu tersebut menyinggung dua hal yang sangat sensitif: integritas kepemimpinan negara dan independensi penegakan hukum. Banyak yang menilai, jika benar demikian, maka seharusnya kejaksaan dan aparat penegak hukum membuka penyelidikan lebih transparan untuk menjawab rasa penasaran masyarakat.

Publik Makin Penasaran

Fenomena ini pun dengan cepat viral di media sosial. Warganet ramai-ramai membahas mengapa nama Jokowi kerap dikaitkan, namun seolah menjadi “tabu” untuk disentuh hukum. Ada yang menilai pernyataan Rocky hanyalah kritik biasa, namun tidak sedikit pula yang menduga ada “sesuatu yang lebih besar” di balik diamnya aparat hukum.

Antara Fakta dan Persepsi

Sebagai pengamat yang sering melontarkan kritik keras terhadap pemerintah, Rocky Gerung dikenal dengan ucapannya yang lugas dan tanpa basa-basi. Kritiknya kali ini kembali memunculkan perdebatan sengit: apakah ini hanya sekadar opini politik, atau ada dasar kuat yang harus ditelusuri lebih jauh oleh lembaga hukum?

Yang jelas, pernyataan Rocky berhasil membangkitkan rasa penasaran publik. Masyarakat kini menunggu apakah pihak berwenang akan memberi klarifikasi atau tetap membiarkan isu ini bergulir menjadi spekulasi panjang.
(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Lebih Rp1 Triliun

9 Januari 2026 - 07:06 WIB

MPR RI Gaungkan Empat Pilar Lewat Seni, Gubernur Lampung Dorong Kreator Muda Jadi Pelestari Budaya

8 Desember 2025 - 17:07 WIB

Winarti Resmi Memimpin DPD PDI Perjuangan Lampung, DPP Tekankan Penguatan Konsolidasi

7 Desember 2025 - 14:10 WIB

Sekdaprov Marindo Instruksikan OPD dan Daerah Siaga Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem di Lampung

7 Desember 2025 - 14:06 WIB

Gubernur Lampung Tekankan Mitigasi dan Respons Cepat atas Ancaman Bencana Hidrometeorologi

7 Desember 2025 - 14:04 WIB

Trending di Indek News

You cannot copy content of this page