Menu

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Lampung

DIAM SERIBU BAHASA! Anggaran Rp 12Miliar Dipertanyakan ,Aliansi Triga Lampung Siap Guncang Kementrian Kesehatan RI

badge-check


					DIAM SERIBU BAHASA! Anggaran Rp 12Miliar Dipertanyakan ,Aliansi Triga Lampung Siap Guncang Kementrian Kesehatan RI Perbesar

(TK), Bandar Lampung— Polemik anggaran di Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang kian memanas. Dugaan kejanggalan dalam pengelolaan anggaran tahun 2024 kini tidak lagi sekadar menjadi sorotan, melainkan mulai bergerak menuju gelombang perlawanan terbuka.

Sikap bungkam dari pihak kampus dan minimnya respons dari instansi terkait justru mempertegas kecurigaan publik: ada apa di balik angka miliaran rupiah tersebut?

Berdasarkan dokumen resmi yang dihimpun, anggaran awal Poltekkes Tanjungkarang tercatat sekitar Rp102,7 miliar. Namun, sepanjang tahun berjalan, angka itu mengalami revisi hingga 13 kali, hingga akhirnya membengkak menjadi kurang lebih Rp114,7 miliar. Artinya, terdapat penambahan sekitar Rp12 miliar di tengah tahun anggaran.

Lonjakan ini bukan angka kecil. Di tengah tuntutan transparansi pengelolaan keuangan negara, perubahan signifikan tanpa penjelasan rinci justru menimbulkan tanda tanya besar.

Lebih mencengangkan lagi, tingkat serapan anggaran disebut mencapai sekitar 97,7 persen atau setara Rp112 miliar. Angka tinggi ini di satu sisi menunjukkan realisasi yang hampir tuntas, namun di sisi lain membuka potensi pertanyaan serius: apakah penggunaan anggaran tersebut benar-benar efektif dan tepat sasaran, atau justru hanya mengejar penyerapan di akhir tahun?

Upaya konfirmasi kepada pihak Poltekkes hingga kini belum membuahkan hasil. Tidak ada penjelasan resmi, tidak ada klarifikasi terbuka. Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Provinsi Lampung yang juga telah berulang kali dimintai tanggapan, terpantau aktif namun tetap memilih bungkam.

Situasi ini memantik kemarahan Aliansi Triga Lampung. Mereka menilai sikap diam tersebut bukan lagi sekadar kelalaian, melainkan bentuk pengabaian terhadap hak publik untuk mengetahui penggunaan uang negara.

“Kalau dibiarkan, ini berbahaya. Publik berhak tahu ke mana uang miliaran itu digunakan. Jangan sampai ada kesan seolah-olah kebal hukum,” tegas perwakilan aliansi.

Tidak berhenti pada pernyataan, Aliansi Triga Lampung kini tengah menyiapkan langkah besar. Dalam waktu dekat, mereka memastikan akan turun langsung ke pusat.

“Pekan depan kami pastikan akan melakukan aksi ke Kementerian Kesehatan. Kami akan suarakan dugaan bobroknya pengelolaan anggaran ini. Ini bukan persoalan kecil,” ujar Indra Mustain.

Mereka juga mendesak aparat penegak hukum serta lembaga pengawas, termasuk Kejaksaan Tinggi Lampung dan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, untuk segera turun tangan melakukan audit dan penelusuran menyeluruh.

Sorotan utama publik kini mengerucut pada beberapa hal krusial:

Apa dasar penambahan anggaran Rp12 miliar?

Digunakan untuk program atau proyek apa?

Siapa saja pihak penyedia barang dan jasa yang terlibat?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban.

Dan ketika jawaban tak kunjung datang, tekanan publik mulai berubah menjadi gelombang aksi.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah ada yang harus dijelaskan ,tetapi siapa yang berani bertanggung jawab.

(REDAKSI)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Ada Permainan di Balik Mandeknya PP 47/2024, Direksi PTPN Regional 1 Diminta Diperiksa Presiden dan Menteri BUMN

11 Mei 2026 - 13:07 WIB

Dugaan Laporan Fiktif dalam Realisasi SP2D Rp5,2 Miliar Belanja Perjalanan Dinas SETDA SBB 2025, GPR-MALUKU Siap Kepung Kejati Maluku

10 Mei 2026 - 13:46 WIB

Kunjungi RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo, Wapres Gibran Dukung Pengembangan Fasilitas Kesehatan

8 Mei 2026 - 15:34 WIB

126 Petani Lampung Selatan Menjerit, Program Penghapusan Utang Macet PKBL PTPN Diduga Tak Kunjung Jelas

7 Mei 2026 - 12:00 WIB

Bola Panas Izin Tower: Pengelola dan Pihak Lapangan Saling Lempar, Legalitas Tak Kunjung Terjawab

6 Mei 2026 - 02:45 WIB

Trending di Bandar Lampung