Menu

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Bandar Lampung

Gubernur Lampung Ajak PKS dan Parpol Lain Perkuat Kolaborasi Politik untuk Kesejahteraan Rakyat

badge-check


					Gubernur Lampung Ajak PKS dan Parpol Lain Perkuat Kolaborasi Politik untuk Kesejahteraan Rakyat Perbesar

(TK)—Bandar Lampung—Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak seluruh partai politik, termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada rakyat.

Ajakan itu Gubernur Mirza sampaikan saat menghadiri Musyawarah Wilayah VI PKS Provinsi Lampung di Balroom Hotel Emersia, Bandarlampung, Minggu (24/8/2025).

Gubernur Mirza menegaskan politik harus melahirkan keputusan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, mulai dari harga bahan pokok, ketersediaan lapangan kerja, hingga kualitas pendidikan, dimana semuanya ditentukan oleh regulasi dan kebijakan politik.

Ia menekankan, Lampung tidak akan bisa keluar dari persoalan kemiskinan dan pengangguran tanpa adanya sinergi semua pihak.

Gubernur Mirza menyoroti kondisi Lampung yang masih menghadapi tingkat kemiskinan dan pengangguran cukup tinggi, meski daerah ini kaya sumber daya alam.

Ia mengungkapkan bahwa data menunjukkan, angka pengangguran terbuka di Lampung mencapai 10,67 persen atau di atas rata-rata nasional.

Sementara hanya 62 persen lulusan SMP yang melanjutkan ke SMA, dan hanya 21 persen lulusan SMA yang dapat melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Ironisnya, dari 30 ribu lulusan sarjana per tahun, hanya sekitar 3 persen yang bisa bekerja sesuai bidangnya,” jelasnya.

Gubernur Mirza juga menyinggung persoalan distribusi hasil pertanian, terutama gabah dimana menurutnya, mayoritas gabah Lampung justru keluar daerah sehingga masyarakat lokal harus membeli kembali beras dengan harga mahal.

Ia menyebut kebijakan pelarangan ekspor gabah sempat membuat penggilingan padi di desa hidup kembali.

Gubernur Mirza juga menekankan pentingnya pendidikan murah dan berkualitas.

“Kuncinya ada pada pendidikan. Pendidikan harus murah dan kualitas pengajarannya harus bagus. Kalau tidak, bonus demografi justru bisa menjadi bencana,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Mirza mengajak partai politik, khususnya seluruh pimpinan dan kader PKS yang hadir dalam forum tersebut, untuk berkolaborasi dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada rakyat.

“Politik yang stabil dan regulasi yang tepat akan membawa Lampung keluar dari kemiskinan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan partai politik menjadi kunci,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPW PKS Lampung Ade Utami Ibnu menyampaikan pentingnya menghadirkan politik yang benar-benar berpihak kepada rakyat.

Ia menegaskan bahwa politik tidak boleh berhenti pada perebutan kekuasaan semata, tetapi harus menjadi jalan untuk mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pendidikan, serta menyejahterakan masyarakat.

“Politik adalah alat perjuangan. Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang lahir dari politik memberi manfaat nyata bagi rakyat, bukan justru menambah beban hidup mereka,” ujarnya.

Ade menekankan bahwa Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, hingga kelautan.

Namun potensi tersebut sering kali tidak memberi nilai tambah optimal bagi masyarakat.

Karena itu, ia mendorong adanya kebijakan yang berpihak pada petani, nelayan, dan kelompok kecil lain agar mereka mendapatkan keadilan.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya membangun generasi muda yang berpendidikan, sehat dan berdaya saing.

Menurutnya, bonus demografi harus dimanfaatkan dengan baik melalui pendidikan berkualitas dan lapangan kerja yang memadai.

“Kalau anak-anak kita tidak dapat akses pendidikan dan pekerjaan, bonus demografi justru akan menjadi beban,” ujarnya.

Ade pun mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, partai politik, maupun masyarakat sipil, untuk membangun kolaborasi dalam menghadirkan politik yang solutif, bukan sekadar janji.

“Mari kita jadikan politik sebagai sarana ibadah dan perjuangan, agar Lampung lebih maju dan rakyatnya sejahtera,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Terungkap! Dugaan Guru Tak Mengajar Tapi Tetap Terima Gaji di SMAN 11 Bandar Lampung, Bungkam Saat Dikonfirmasi

15 April 2026 - 11:52 WIB

AROMA PUNGLI DI BALIK SEDEKAH SEKOLAH: DINAS PENDIDIKAN MESUJI TAK JELAS DASAR HUKUM, TANGGUNG JAWAB DILEMPAR KE KESRA

15 April 2026 - 06:17 WIB

Jaksa Agung Lakukan Rotasi Besar: 14 Kajati Baru Resmi Ditunjuk, Abdul Qohar Pimpin Jawa Timur

14 April 2026 - 03:38 WIB

Zonasi Tak Lagi Cukup, SPMB Lampung 2026 Wajibkan Nilai Akademik, Sistem Seleksi Dirombak Total

14 April 2026 - 03:33 WIB

Bantuan Jaminan Hidup Terus Disalurkan, Satgas Pastikan Tepat Sasaran

14 April 2026 - 03:23 WIB

Trending di Bandar Lampung