Menu

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Politik

Kritik Dibalas Represi? Seorang Ojol Meninggal Terlindas Kendaraan Brimob Saat Demo di Jakarta

badge-check


					Kritik Dibalas Represi? Seorang Ojol Meninggal Terlindas Kendaraan Brimob Saat Demo di Jakarta Perbesar

(TK)—Jakarta— Aksi unjuk rasa bertajuk “Bubarkan DPR” yang digelar di Jakarta pada Kamis (28/08/2025) berujung tragis. Seorang pengemudi ojek online (Gojek) yang ikut bergabung dalam barisan massa dilaporkan meninggal dunia setelah terlindas mobil pengamanan aksi milik Brimob.

Insiden maut tersebut terjadi di tengah suasana ricuh ketika aparat kepolisian berupaya membubarkan massa yang memadati kawasan pusat pemerintahan. Menurut saksi mata di lokasi, korban sempat terjebak dalam dorongan massa dan tidak sempat menghindar ketika kendaraan taktis melaju.

Korban yang diketahui sebagai anggota komunitas ojol itu langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong. Kejadian ini menambah panjang daftar korban jiwa dalam berbagai aksi masyarakat yang selama ini berusaha menyuarakan aspirasinya di hadapan penguasa.

Peristiwa ini memicu kemarahan sekaligus kesedihan sesama pengemudi ojek online dan para demonstran. Banyak pihak menilai aparat kembali gagal mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani aksi unjuk rasa.

“Nyawa rakyat jangan dijadikan tumbal demokrasi. Aparat seharusnya melindungi, bukan malah menindas,” ungkap salah satu orator di lokasi yang mengecam keras tindakan represif aparat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden yang merenggut nyawa anggota ojol tersebut. Namun tekanan publik kian menguat agar dilakukan investigasi menyeluruh dan transparan atas tragedi berdarah ini. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bos Rokok HS Mangkir, KPK Beri Peringatan Tegas

3 April 2026 - 08:49 WIB

Kejagung Sebut Kemendikbud Tidak Transparan dalam Pengadaan Chromebook

3 April 2026 - 04:16 WIB

Rumah Mewah, Uang Proyek, dan Perubahan SHM: Terungkap, Peran Zainal Fikri dan Nama Nanda Indira”

1 April 2026 - 16:56 WIB

Polemik Kasus SPAM Pesawaran, Masyarakat Soroti Kejanggalan Perhitungan Kerugian Negara

1 April 2026 - 07:53 WIB

Dewas KPK Tindaklanjuti Aduan Pengalihan Penahanan Yaqut, Tegaskan Komitmen Jaga Integritas Lembaga

31 Maret 2026 - 14:48 WIB

Trending di Jakarta