(TK), BANDAR LAMPUNG – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak-anak yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Pernyataan tersebut disampaikan Eva saat menghadiri konferensi pers pengungkapan kasus TPPO di Polda Lampung, Selasa lalu. Dalam kesempatan itu, Pemkot Bandar Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Polda Lampung menyampaikan langkah-langkah penanganan terhadap para korban.

Eva mengatakan, pemerintah tidak hanya fokus pada proses pemulihan korban, tetapi juga memastikan hak mereka untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi. Pemkot Bandar Lampung bahkan siap menanggung biaya pendidikan para korban hingga jenjang SMA maupun SMK jika mereka tidak dapat melanjutkan sekolah di lembaga pendidikan negeri.
“Insyaallah besok kami akan melakukan peninjauan. Setelah itu, jika memang tidak memungkinkan mereka bersekolah di sekolah negeri, Pemerintah Kota Bandar Lampung siap bertanggung jawab untuk menyelesaikan pendidikan mereka di sekolah swasta, baik SMA maupun SMK yang ada di Bandar Lampung,” kata Eva.
Menurutnya, masa depan anak-anak korban tidak boleh terhambat akibat menjadi korban kejahatan perdagangan orang. Karena itu, pemerintah akan hadir untuk memberikan perlindungan sekaligus memastikan mereka tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Dalam penanganan kasus ini, Pemkot Bandar Lampung juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, Polda Lampung, serta Polresta Bandar Lampung guna memastikan seluruh korban mendapatkan pendampingan yang maksimal dan mencegah kasus serupa kembali terjadi.
Sebagai upaya pencegahan, Eva mengungkapkan pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak ke seluruh SMP di Kota Bandar Lampung. Pengawasan akan difokuskan pada penggunaan telepon genggam oleh para pelajar yang dinilai rentan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital.
“Kami akan menggelar sidak ke seluruh SMP di Kota Bandar Lampung. Anak-anak harus lebih berhati-hati dalam menggunakan handphone. Peran orang tua dan guru sangat penting untuk melakukan pengawasan,” ujarnya.
Eva menambahkan, sinergi antara keluarga dan sekolah menjadi kunci utama dalam melindungi anak-anak dari berbagai ancaman kejahatan berbasis digital, termasuk modus penipuan berkedok lowongan pekerjaan yang dapat berujung pada praktik perdagangan orang. (*)













