Menu

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Lampung

“Kejagung Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Rp9,9 Triliun di Kemendikbud: Mantan Staf Khusus Digeledah”

badge-check


					“Kejagung Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Rp9,9 Triliun di Kemendikbud: Mantan Staf Khusus Digeledah” Perbesar

(TK)Kemendikbud—-  Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut kasus dugaan korupsi laptop senilai Rp9,9 triliun di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di era Menteri Nadiem Makarim.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Harli Siregar mengatakan kasus itu terjadi pada rentang waktu 2019-2023.

Kasus ini sedang ditangani jajaran Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, sejak Selasa (20/5).

“Meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan dalam dugaan tindak pidana korupsi pada Kemendikbud Ristek dalam pengadaan digitalisasi pendidikan tahun 2019-2023,” ucap Harli pada jumpa pers

Penyidik menemukan indikasi pemufakatan jahat melalui pengarahan khusus.

Tim teknis diarahkan membuat kajian pengadaan alat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berupa laptop dengan dalih teknologi pendidikan.

Harli menyebut ada skenario seolah-olah dibutuhkan penggunaan Chromebook, laptop berbasis sistem Chrome.

Padahal, uji coba 1.000 Chromebook pada 2019 tidak efektif.

“Kenapa tidak efektif, karena kami tahu bahwa dia berbasis internet, sementara di Indonesia internetnya itu belum semua sama,” ucapnya.

Mantan Kemendikbudristek Dalam Pengadaan Proyek Digitalisasi pendidikan Terindikasi.

Proyek digitalisasi pendidikan yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) semasa kepemimpinan Nadiem Makarim kini menjadi sorotan tajam karena dugaan korupsi pengadaan

Kasus ini telah dibuka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan telah memeriksa beberapa saksi, termasuk mantan staf khusus Nadiem Makarim.

– Dugaan Korupsi : Kejagung telah menemukan indikasi tindak pidana dalam proyek pengadaan laptop Chromebook yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp6,3 triliun.

– Harga yang Miring : Harga satu unit Chromebook dipatok Rp9-10 juta, sedangkan harga pasar perangkat serupa hanya berkisar Rp3-5 juta.

– Distribusi Tunggal : PT Datascrip menjadi pintu tunggal pengelolaan perangkat, meskipun hardware disuplai pihak lain, sehingga menciptakan ketergantungan tunggal.

Kasus ini memiliki implikasi yang signifikan bagi pendidikan di Indonesia. Beberapa implikasi yang dapat diharapkan antara lain:

– Kerugian Negara : Dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dapat menyebabkan kerugian negara yang signifikan.

– Kualitas Pendidikan : Kasus ini dapat mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia, terutama jika perangkat yang digunakan tidak efektif.

– Kepercayaan Masyarakat : Kasus ini dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga pendidikan.

Dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dapat memiliki dampak yang signifikan bagi pendidikan di Indonesia.

Beberapa dampak yang dapat diharapkan antara lain:

Keterlambatan Pendidikan : Kasus ini dapat menyebabkan keterlambatan dalam proses pendidikan, terutama jika perangkat yang digunakan tidak efektif.

– Kesenjangan Pendidikan : Kasus ini dapat memperlebar kesenjangan pendidikan antara daerah yang memiliki akses ke perangkat yang efektif dan daerah yang tidak.

– Kurangnya Sumber Daya: Kasus ini dapat mengurangi sumber daya yang tersedia untuk pendidikan, terutama jika dana yang digunakan untuk pengadaan perangkat tidak efektif.

– Mengoptimalkan Pengawasan : Mengoptimalkan pengawasan terhadap proses pengadaan perangkat dan pengelolaan anggaran pendidikan.

– Meningkatkan Akuntabilitas : Meningkatkan akuntabilitas pemerintah dan lembaga pendidikan dalam mengelola anggaran pendidikan.

Kediaman orang mantan staf khusus Mendikbudristek 2019-2023, FH dan JT, digeledah.

Kejagung menggeledah Apartemen Kuningan Place milik FH dan Apartemen Ciputra World 2 milik JT.

Pada penggeledahan Rabu (21/5), penyidik menyita barang bukti berupa 1 unit laptop dan 4 unit ponsel dari apartemen milik FH.

Penyidik menyita barang bukti berupa 1 unit laptop dan 3 unit penyimpanan eksternal berupa hardisk dan flashdisk, serta 15 dokumen catatan di apartemen JT.(***)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Terungkap! Dugaan Guru Tak Mengajar Tapi Tetap Terima Gaji di SMAN 11 Bandar Lampung, Bungkam Saat Dikonfirmasi

15 April 2026 - 11:52 WIB

AROMA PUNGLI DI BALIK SEDEKAH SEKOLAH: DINAS PENDIDIKAN MESUJI TAK JELAS DASAR HUKUM, TANGGUNG JAWAB DILEMPAR KE KESRA

15 April 2026 - 06:17 WIB

Pemilik Diva Karaoke Klarifikasi Soal Perizinan, Minta Media dan Pemda Bersikap Bijak

14 April 2026 - 02:41 WIB

Kapolsek Purbolinggo AKP H. Irwan Susanto Dukung Penuh Program Pembangunan Jalan SMI Lampung Timur 2026

13 April 2026 - 11:35 WIB

Bos Rokok HS Mangkir, KPK Beri Peringatan Tegas

3 April 2026 - 08:49 WIB

Trending di Jakarta