Menu

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Lampung

Belum Genap 4 Bulan, Embung Miliaran di Kemiling Sudah Rusak — Ada Apa di Balik Serah Terima?

badge-check


					Belum Genap 4 Bulan, Embung Miliaran di Kemiling Sudah Rusak — Ada Apa di Balik Serah Terima? Perbesar

(TK),Bandar Lampung— Proyek embung di Jalan Cik Ditiro, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, yang menelan anggaran sekitar Rp 8,8 miliar, kini menuai sorotan tajam setelah ditemukan kerusakan di sejumlah titik, meski baru beberapa bulan dilakukan serah terima.

Hasil pantauan lapangan pada 21 April 2026 menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Tebing tanah di sisi embung terlihat longsor, batu-batu pelapis berjatuhan, serta terdapat indikasi rembesan air yang menyerap ke dalam tanah. Padahal, secara teknis, bangunan penampung air seharusnya memiliki perlindungan lereng dan sistem kedap air yang memadai.

Proyek yang dikerjakan dalam dua tahap—oleh CV Mahardika Abyakta Sentosa sebesar Rp 1,8 miliar dan dilanjutkan CV Raden Galuh hampir Rp 7 miliar—diduga belum menunjukkan kualitas sebanding dengan nilai anggaran yang digelontorkan.

Ironisnya, proyek ini telah dilakukan serah terima pada 20 Desember 2025 oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Namun dengan kondisi yang terjadi saat ini, publik mempertanyakan: apakah sebelum serah terima telah dilakukan pengecekan langsung terhadap kondisi fisik proyek, ataukah hanya berdasarkan laporan administratif semata?

Di sisi lain, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung juga tak luput dari sorotan. Bagaimana proses pengawasan dilakukan hingga proyek bernilai miliaran rupiah ini sudah mengalami kerusakan dalam waktu singkat? Apakah spesifikasi teknis benar-benar diterapkan di lapangan, termasuk perlindungan lereng dan sistem penahan air?

Jika proyek ini masih dalam masa pemeliharaan, maka muncul pertanyaan lanjutan: langkah konkret apa yang telah diambil atas kerusakan yang terjadi, dan siapa yang harus bertanggung jawab?

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi kerusakan yang lebih besar ke depan, bahkan berisiko mengurangi fungsi embung sebagai penampung air. Tidak menutup kemungkinan, proyek ini justru membutuhkan anggaran tambahan untuk perbaikan, yang pada akhirnya berpotensi merugikan keuangan negara.

Proyek bernilai miliaran rupiah seharusnya menjadi solusi, bukan justru menimbulkan persoalan baru dalam hitungan bulan. Jika benar ditemukan ketidaksesuaian antara perencanaan dan hasil di lapangan, maka evaluasi menyeluruh hingga audit independen menjadi hal yang tak bisa dihindari.

(REDAKSI)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Ada Permainan di Balik Mandeknya PP 47/2024, Direksi PTPN Regional 1 Diminta Diperiksa Presiden dan Menteri BUMN

11 Mei 2026 - 13:07 WIB

Dugaan Laporan Fiktif dalam Realisasi SP2D Rp5,2 Miliar Belanja Perjalanan Dinas SETDA SBB 2025, GPR-MALUKU Siap Kepung Kejati Maluku

10 Mei 2026 - 13:46 WIB

126 Petani Lampung Selatan Menjerit, Program Penghapusan Utang Macet PKBL PTPN Diduga Tak Kunjung Jelas

7 Mei 2026 - 12:00 WIB

Bola Panas Izin Tower: Pengelola dan Pihak Lapangan Saling Lempar, Legalitas Tak Kunjung Terjawab

6 Mei 2026 - 02:45 WIB

DIAM SERIBU BAHASA! Anggaran Rp 12Miliar Dipertanyakan ,Aliansi Triga Lampung Siap Guncang Kementrian Kesehatan RI

6 Mei 2026 - 02:04 WIB

Trending di Bandar Lampung