Menu

Mode Gelap
Penguatan Layanan Kesehatan: Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan RS Graha Husada Tandatangani Perjanjian Kerja Sama FKIP Unila dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Lampung Ajak Sinergi Sektor Jasa Keuangan dalam Buka Puasa Bersama: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Gubernur Lampung Lantik Pj. Sekretaris Daerah: Harapan Baru untuk Masyarakat Lampung yang Sejahtera Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim: Siloam Hospitals Purwakarta Rayakan Ramadan dengan Komitmen Kesehatan Kapolres Lampung Timur Pimpin Latihan Pra Operasi Ketupat Krakatau 2025: Siapkan Kesiapsiagaan untuk Mudik Aman di Idul Fitri

Polri Presisi

Utang Tersembunyi Indonesia ke Cina: Ancaman Finansial dalam Proyek Jalur Sutra Baru

badge-check


					Utang Tersembunyi Indonesia ke Cina: Ancaman Finansial dalam Proyek Jalur Sutra Baru Perbesar

(TK)DATANEGARA— Lembaga riset AidData membeberkan negara-negara yang memiliki utang tersembunyi kepada Cina. AidData membeberkan sejumlah negara yang memiliki utang tersembunyi kepada Cina di sepanjang tahun 2000-2007 seperti Laos, Angola, Namibia, Brunei Darussalam, Kazakhstan, Papua Nugini hingga Turkmenistan.

Tumpukan utang dari sejumlah negara ini mengungkapkan ambisi Cina untuk membuat jalur sutra baru melalui proyek Belt and Road Initiative (BRI). Hutang tersembunyi ini disebut mencapai 386 miliar dolar Amerika.

Dalam hasil riset data yang dirilis akhir September, nama Indonesia termasuk ke dalamnya. Indonesia disebut memiliki utang tersembunyi kepada Cina sebesar 266 triliun rupiah atau setara dengan 1,6 persen dari produk domestik brutto Indonesia.

Di luar utang tersembunyi ini Indonesia juga menerima pinjaman setara 4,42 miliar dolar Amerika atau setara dengan 63 triliun rupiah pada periode yang sama, melalui skema official development assistant. Selain itu juga tercatat pinjaman sebesar 29,96 miliar dolar Amerika atau setara dengan 427 triliun rupiah.

“Pertanyaannya banyak dari angka-angka ini tidak tercatat sebagai utang negara. Jadi kalau kita tambahkan ke utang negara yang sudah banyak, utang kita makin besar dan tidak terkendali. Hari ini untuk bayar utang pokoknya aja 300 triliun. Untuk bayar bunganya saja hampir 370 triliun,” ungkap Rizal Ramli.

Menurutnya perekonomian Indonesia sudah pada titik nadir. Terlebih dengan model bisnis perusahaan BUMN Cina yang sengaja menggelontorkan pinjaman yang super besar agar negara-negara peminjam tak mampu membayarnya. Dengan begitu saat utang jatuh tempo, Cina dapat mengklaim aset-aset milik negara dan BUMN.(**)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Dipicu Asmara, Dua Pria Aniaya Korban hingga Tak Berdaya di Bendungan Simpang Pematang

2 Mei 2026 - 11:25 WIB

Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Diborgol, Resmi Ditahan Kejati: Kasus Korupsi BUMD Meledak ke Publik

28 April 2026 - 15:08 WIB

Vonis Mati Dijatuhkan dalam Kasus Kekerasan dan Pembunuhan Anak di Tulang Bawang

24 April 2026 - 12:15 WIB

Belum Genap 4 Bulan, Embung Miliaran di Kemiling Sudah Rusak — Ada Apa di Balik Serah Terima?

21 April 2026 - 13:33 WIB

AROMA PUNGLI DI BALIK SEDEKAH SEKOLAH: DINAS PENDIDIKAN MESUJI TAK JELAS DASAR HUKUM, TANGGUNG JAWAB DILEMPAR KE KESRA

15 April 2026 - 06:17 WIB

Trending di Lampung